Blitar — Keisya Claresta tak pernah menyangka bahwa mimpi masa kecilnya saat melihat poster bergambar sosok perempuan berselempang di pinggir jalan akan mengantarkannya menjadi salah satu Duta GenRe Kabupaten Blitar. “Dulu waktu kecil aku sering lihat poster perempuan pakai selempang dan tersenyum percaya diri. Dari situ aku langsung punya bayangan, keren banget bisa jadi sosok panutan dan bermanfaat buat sekitar,” kenangnya.
Keisya mengaku bahwa impian itu awalnya hanya menjadi angan, hingga perlahan terbuka jalan untuk mewujudkannya. Ketertarikannya mulai berkembang saat SMA, ketika ia mengikuti pemilihan Duta Sekolah. Dari kegiatan tersebut, ia mulai belajar berbicara di depan umum dan menyuarakan hal-hal positif. “Dari situ aku mulai belajar gimana rasanya tampil di depan umum dan membawa nama sekolah,” ujarnya.
Kesempatan berikutnya datang ketika ia melihat pengumuman pemilihan Duta GenRe Kabupaten Blitar. Merasa tertantang dan ingin menguji kemampuannya, Keisya pun memberanikan diri mendaftar. “Aku pengen nguji kemampuan dan keberanian diriku sendiri. Ternyata jalan ini yang nganter aku sampai di titik sekarang,” katanya.
Ketika namanya diumumkan sebagai salah satu yang terpilih, Keisya mengaku merasakan emosi campur aduk antara haru, senang, dan bangga. “Rasanya tuh campur aduk banget. Awalnya kaget, senang, terharu, tapi juga bangga karena dipercaya jadi bagian dari Duta GenRe Kabupaten Blitar,” tuturnya.
Meski bangga atas capaian tersebut, Keisya sadar bahwa tanggung jawab yang ia emban sangat besar. Baginya, menjadi Duta GenRe bukan sekadar gelar atau selempang, tetapi peran nyata dalam membantu remaja lainnya. “Jadi Duta itu bukan cuma soal selempang atau gelar, tapi gimana aku bisa punya peran nyata buat bantu remaja lain. Aku di sini bukan cuma buat diri sendiri, tapi buat banyak orang,” tegasnya.
Komentar
Posting Komentar